KARTU PKH KAPAN KAU DATANG ?


Ditulis Oleh : Suherminingsih | 6 April 2013
Pendamping PKH Kecamatan Adiwerna

Kisah ini berawal dari sms andi (SMP kelas IX) anak dari peserta PKH yang berlokasi di ujung Barat Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal perbatasan dengan Kabupaten Brebes tepatnya Desa Pedeslohor. Mendung seakan runtuh, gelap dengan sinar kilat dilangit hari libur ku manfaatkan santai dengan anak-anak di rumah. Tiba-tiba HP ku berdering dan ku buka ternyata ada sms. "Bu Ning....mamak saya sakit keras,minta di antar ke rumah sakit....tolong Bu"sms singkat Andi tapi membuat ku terhenyak kaget. Dengan cepat ku telpon Andi menanyakan sakit apakah mamaknya ,...hanya tangis yang pecah di tengah percakapan. Timbul ribuan pertanyaan di hati,akhirnya ku putuskan untuk ke rumah Bu Jarodah mamaknya Andi. Kencang laju motor ku tanpa memakai helm dan jaket karena sangat terburu-buru.

Di tengah persawahan hujan pun turun tidak ada tempat untuk berteduh, jalan yang begitu rusak, tidak ada satu orang pun yang lewat. Ku teguhkan hati demi peserta PKH yang sedang kritis menunggu kedatangan ku. Satu jam lebih ku lalui dengan basah kuyup, akhirnya sampailah di rumah yang begitu gelap hanya ada satu lampu 5 watt di ruang tamu. Andi telah menunggu di depan pintu dengan uraian tangis yang belum berhenti. Ku di antar masuk ke kamar, ku lihat Bu Jarodah terbaring lemas di tempat tidur,hanya tikar sebagai alas tak ada kasur. Di sampingnya ada dua adiknya Andi yang ngompres mamaknya.Ku tanya Andi, " Bapak dimana di?". Andi pun menjawab,"Bapak ke rumah Bu Bidan Bu". Tak lama Bu Bidan datang dan memeriksa ternyata Bu Jarodah sakit paru-paru. Ku tanya Bapak Andi,apakah mempunyai kartu jamkesmas atau jamkesda? Ternyata tak satu pun yang keluarga ini punya.

Ku berusaha untuk menenangkan keluarga Andi,ku telpon operator kabupaten untuk menanyakan apa yang bisa ku lakukan untuk membawa Bu Jarodah ke Rumah Sakit, tidak ada jawaban pasti karena kartu PKH belum ada. Hati mulai gelisah tak bisa ku tutupi lagi kepanikanku karena keadaan Bu Jarodah yang kian kritis. Ku telpon pusat, untuk mencari solusi terbaik dan tercepat, sekalian menanyakan kapan kartu PKH turun. Ku peroleh jawaban dengan menggunakan surat keterangan dari Dinas Sosial bahwa Bu Jarodah adalah peserta PKH, dan di bawa ke rawat inap puskesmas sebelum di rujuk ke rumah sakit.

Tidak sampai di situ masalah terselesaikan, dengan menggunakan apa Bu Jarodah ku bawa ke rawat inap di tengah guyuran hujan,malam yang kian larut. Bu Bidan pun memberi solusi dengan menggunakan mobil bak yang biasa untuk mengangkut pasir karena di daerah itu tidak ada yang mempunyai mobil tertutup. Dengan cepat berangkatlah kami menuju ke rawat inap, kian menggigil badan ku rasakan karena dari siang sampai malam hujan mengguyur badan. Sampailah kami di tempat tujuan,ku masuk dengan Bu Bidan untuk menyampaikan bahwa ini adalah peserta PKH kelengkapan administrasi besok akan saya penuhi mengingat kartu peserta PKH belum turun.

Setelah masuk kamar perawatan terasa tuntas tugas hari ini. Peserta PKH ku telah mendapatkan perawatan intensif. Sebelum ku keluar kamar kupeluk Andi dengan dada penuh sesak,airmata yang tertahan. Ada harapan terlintas di hati, wahai pemangku kebijakan kapankah kartu PKH turun? Ribuan peserta PKH telah menanti kedatangannya.

 

Pendamping PKH

Dalam rangka mensukseskan PKH maka perlu adanya pendampingan yang berkelanjutan.

View More

Rekan Kami

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan.

View More

Rehabsos Dinsosnakertrans

Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH) Kabupaten Tegal berada dibawah Dinsosnakertans Kabupaten Tegal.

View More